November 24, 2011

Kemampuan Rendah, DPR Nilai Hibah Pesawat F-16 Mubazir

Pesawat F-16 Cadangan Amerika di Arizona
Jurnas.com | WAKIL Ketua Komisi I DPR RI Tb Hasanuddin menilai hibah pesawat F-16 dari Amerika Serikat sebagai hal yang percuma. Selain blok mesin yang rendah, kemampuan jam terbang pesawat hibah tersebut juga sangat kecil.

“Maksimal empat ribu jam terbang atau rata-rata delapan tahun. Ini sangat jauh bila dibandingkan dengan pesawat baru yang mampu terbang hingga 30 tahun,”kata Hasanuddin di Jakarta, Rabu (23/11).

Selain itu, perawatan pesawat bekas tersebut akan jauh lebih tinggi jika dibandingkan pesawat baru. “Biaya perawatan ke-24 pesawat itu bisa sampe US$700 juta,” kata anggota DPR dari Fraksi PDIP itu. “Kalau kita membeli senjata, apalagi bekas dengan kualitas yang kurang bagus, maka percuma saja,"imbuhnya.
Karena itu, Hasanuddin menilai bahwa hibah pesawat itu sebagai hal yang mubazir, karena akan mengeluarkan biaya yang besar untuk meng-"upgrade" pesawat bekas tersebut.

Menurutnya, dalam cetak biru pertahanan sudah disetujui anggaran pengadaan pesawat tempur F-16 senilai US$600 juta. “Untuk beli F-16 baru setengah skadron seharga US$430 juta, dan memperbaiki dan meng-upgrade 10 F-16 yang sudah kita punya sehingga memiliki 1,5 skadron,”jelasnya.


0 Comment:

Post a Comment