December 13, 2011

Kembalikan pesawat kami, kata Obama pada Iran

Washington (ANTARA News) - Presiden Barack Obama telah meminta Iran mengembalikan pesawat tak berawak milik AS yang menurutTeheran ditembak jatuh ketika sedang terbang di wilayah udaranya.

"Kami memintanya kembali. Kami akan melihat bagaimana orang Iran menanggapi hal itu," kata Obama pada jumpa pers bersama Perdana Menteri Irak Nuri al-Maliki.

Pernyataan itu merupakan konfirmasi pertama yang disampaikan pemerintah Obama mengenai keberadaan pesawat tak berawak AS di tangan Iran.

"Mengenai pesawat tak berawak yang ada di dalam wilayah Iran, saya tidak akan berkomentar karena itu masalah rahasia intelijen," katanya seperti dikutip AFP.


Sejumlah pejabat intelijen AS mengatakan, pesawat yang dirancang bisa menghindari radar untuk penerbangan mata-mata itu sedang dalam misi CIA sewaktu menghilang.


4 Desember lalu Iran menembak jatuh menembak jatuh sebuah pesawat tak berawak AS RQ-170 karena melanggar wilayah udara timur negara itu dekat perbatasan dengan Afghanistan dan Pakistan.


"Satuan-satuan perang elektronik dan pertahanan udara kami berhasil mengidentifikasi dan menembak jatuh sebuah pesawat mata-mata canggih tak berawak --RQ-170-- setelah pesawat itu melanggar wilayah perbatasan timur," kata kantor berita Fars mengutip satu sumber militer.

Pesawat itu "ditembak jatuh dengan kerusakan ringan. Kini pesawat itu dikuasai pasukan kami", kata sumber itu seraya menyebut insiden itu sebagai pelanggaran wilayah yang mencolok.

RQ-170 Sentinel adalah pesawat pengintai yang keberadaannya diungkapkan pada 2009 oleh media dan kemudian dikonfirmasi oleh Angkatan Udara AS pada 2010.


Januari tahun ini, Iran mengumumkan bahwa pasukannya menembak jatuh dua pesawat tak berawak AS setelah melanggar wilayah udara Iran. Teheran  menyatakan akan memamerkan pesawat itu.

Militer dan Badan Intelijen Pusat AS secara rutin menggunakan pesawat tak berawak untuk mengawasi kegiatan militer di kawasan itu. Mereka juga dikabarkan menggunakan pesawat-pesawat itu untuk melancarkan serangan rudal ke Yaman, Afghanistan dan kawasan suku Pakistan.

Berita mengenai penembakan jatuh pesawat AS itu tersiar ketika ketegangan meningkat antara Iran dan negara-negara Barat, khususnya Inggris.

Seluruh staf diplomatik Kedutaan Besar Iran di London meninggalkan Inggris pada 2 Desember setelah diusir sebagai buntut dari penyerbuan Kedutaan Besar Inggris oleh demonstran di Teheran.


Sumber: Media Indonesia

0 Comment:

Post a Comment