December 1, 2011

Kopassus Latihan Perang di Melawi


KOMANDO Pasukan Khusus (Kopassus) menggelar latihan di kawasan hutan Kecamatan Belimbing Kabupaten Melawi. Kegiatan yang dimulai sejak 28 November lalu, dimulai dengan aksi penerjunan malam yang dilakukan oleh 154 anggota Kopassus.Kegiatan latihan yang diberi nama “Satuan Tugas Pasukan Parakomando (Parako) Melaksanakan Operasi Komando di Wilayah Kalimantan Barat Kompleks dalam Rangka Operasi Pemulihan Keamanan” sempat tertunda. Sebelumnya, rencana penerjunan subuh dilaksanakan pada Jumat, 25 November, pukul 04.00 WIB, Tetapi, akibat cuaca buruk latihan terpaksa ditunda dan dilaksanakan pada 29 November, pukul 00.00 WIB.

Keheningan malam itu sempat dikejutkan dengan munculnya pesawat jenis Hercules yang melewati perkampungan warga, keadaan lokasi gelap tanpa ada satupun penerangan. Setelah pesawat sempat berputar-putar, penerjun yang berjumlah sekitar 4 hingga 6 anggota kopasus turun dari pesawat dengan menggunakan payung, begitu seterusnya hingga 15 putaran.Kemudian, disusul dengan pesawat selanjutnya juga melakukan hal yang sama, para penerjun pun turun tanpa melihat apapun dibawahnya. Namun tim free fall terjun bebas ini, akhirnya bisa melaksanakan penerjunan dengan selamat.


Setelah melakukan penerjunan malam, para Komando ini sempat beristirahat dan kembali melanjutkan perjalanan siang dan malam selama 5 hari. Latihan Kopassus ini juga dipantau langsung oleh WADANJEN Kopassus Brigjen TNI Doni Monardo.Latihan tersebut bertujuan untuk meningkatkan dan menguji kemampuan serta kesiapsiagaan operasional satuan jajaran Kopassus, dalam menghadapi tantangan tugas di masa depan.Kopassus sebagai Kotama pembinaan TNI Angkatan Darat, tetap terus memelihara dan meningkatkan kesiapsiagaan operasional satuan jajarannya, melalui pembinaan latihan secara bertahap, bertingkat dan berlanjut serta menempatkan latihan sebagai kebutuhan pokok prajurit Kopassus.


Latihan ini merupakan bentuk kegiatan latihan dengan melihat tren yang berkembang secara global di dunia saat ini, yaitu operasi khusus pada perang yang bersifat Asymetric Warfare.Dinamika perubahan lingkungan strategis pada lingkup global, regional dan nasional, senantiasa bergerak cepat serta diikuti segala dampak negatifnya yang dapat mempengaruhi seluruh aspek kehidupan berbangsa dan bernegara.



Sumber: Pontianak Post

0 Comment:

Post a Comment