March 20, 2012

Indonesia Gelar Dialog Pertahanan dan Pameran Alutsista Internasional

(MDN), INDONESIA melalui Kementerian Pertahanan dan Universitas Pertahanan menyelenggarakan Jakarta International Defense Dialogue (JIDD) 2012. Dalam acara ini juga digelar Asia Pacific Security and Defense Expo (Apsdex) yang di dalamnya memamerkan produk dari berbagai perusahaan dan industri pertahanan dalam negeri serta asosiasi dan industri internasional terkemuka.
 
“Forum JIDD ini menjadi ajang untuk mempromosikan kerja sama antarpemerintah guna menghadapi berbagai ancaman dan permasalahan keamanan baik di kawasan regional maupun internasional,” kata Kepala Pusat Komunikasi Publik Kemhan Brigjen TNI Hartind Asrin di Jakarta, Rabu (21/3).

Menurutnya, penyelenggaraan JIDD ini merupakan kali kedua setelah event yang sama sukses digelar pada 2011 lalu. Penyelenggaraan JIDD kali ini mengambil tema Military Operation Other Than War.

“Hal yang spesifik dalam kegiatan ini adalah pembahasan isu-isu pertahanan yang mencakup aspek militer dan nir militer maupun sejumlah isu tradisional dan non tradisional,” ujar Hartind.

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Sekjen PBB Ban-Ki Moon dijadwalkan akan turut menghadiri acara ini. Selain itu, lebih dari perwakilan 40 negara dan 50 orang pembicara internasional lainnya bersama 1.300 peserta menghadiri forum dialog pertahanan terbesar di ASEAN ini.

Sumber: Jurnas


Mahfudz Siddiq Apresiasi Pameran Alutsista APSDEX

(MDN), KETUA Komisi I DPR, Mahfudz Siddiq, mengapresiasi penyelenggaraan Asia Pacific Security and Defence Expo (APSDEX) 2012 yang menampilkan produk-produk pertahanan dari berbagai perusahaan dan industri pertahanan dalam negeri serta asosiasi dan industri internasional terkemuka. “Ini merupakan ajang penting untuk mengenalkan industri pertahanan dalam negeri dan mensosialisasikan konsep kebijakan industri pertahanan kepada masyarakat Indonesia dan internasional,”kata Ketua Komisi I DPR RI Mahfudz Siddiq ditemui disela acara yang diselenggarakan di Jakarta Convention Center, Rabu (21/3).

Dia menambahkan, pameran ini juga menjadi ajang untuk mengembangkan diskursus mengenai reformasi sektor keamanan. “Saya rasa TNI juga maju dalam perkembangannya saat ini,”tambah Mahfuz.

Mahfudz berharap, dari kegiatan ini Indonesia juga dapat belajar dari negara lain mengenai reformasi sektor keamanan dan reformasi di bidang kemiliteran.

Mahfuz menilai, penyelenggaraan APSDEX ini mendapatkan respon positif tidak saja dari industri pertahanan dalam negeri baik BUMN maupun swasta, tapi juga dari industri internasional. “Ini terbukti dari jumlah pesertanya yang lebih banyak dibandingkan acara yang sama tahun lalu,”ujarnya.

Anggota Komisi I Fraksi Partai Hanura, Nuning Kertopati, juga memberi apreasiasi yang sama. Menurutnya, acara ini dapat memberikan pengetahuan kepada masyarakat mengenai apa yang telah dilakukan oleh institusi sektor keamanan dan pertahanan. “Masyarakat perlu diberikan edukasi tentang alutsista dan teknologi informasi yang dimiliki polri dan TNI,”katanya.

Melihat respon positif dari penyelenggaraan ini, Nuning juga meminta agar pameran ini diselenggarakan setiap tahun untuk memberikan pengayaan kepada masyarakat.

Sumber: Jurnas

0 Comment:

Post a Comment