March 20, 2012

Indonesia Siap Lipatgandakan Personel Misi Perdamaian

(Foto: Antara)

(MDN), INDONESIA berencana meningkatkan jumlah pasukan Tentara Nasional Indonesia dalam misi penjaga perdamaian Perserikatan Bangsa Bangsa. Saat ini, Indonesia menyumbang sekitar 2.400 personel pasukan perdamaian.

Namun, jumlah tadi akan dilipatgandakan menjadi 4.000 personel. “Kita ingin tingkatkan ke middle chief, jadi bukan hanya untuk pasukan,” kata Komandan Pusat Misi Pemeliharaan Perdamaian (PMPP) TNI Brigjen TNI Imam Edi Mulyono di kawasan Indonesia Peace and Security Center (IPSC) Sentul, Bogor, Jawa Barat, Selasa (20/3).

Ia menilai pembentukan PMPP merupakan suatu keharusan untuk menyiapkan pergantian-pergantian pasukan. Sementara itu, Wakil Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin mengatakan Indonesia dapat meningkatkan jumlah personelnya untuk misi perdamaian dunia karena konflik keamanan di dalam negeri sudah menurun. "Konflik di dalam negeri sudah menurun tinggal 10 persen, yang tadinya diatas 50 persen," jelas Sjafrie. Sjafrie menambahkan, keterlibatan Indonesia dalam perdamaian dunia bukan dalam rangka peace making, tetapi peace keeping.

Dia berharap, melalui PMPP ini Indonesia menjadi tempat untuk pelatihan internasional untuk keperluan misi perdamaian dunia. Untuk membangun tempat ini, Kemhan menganggarkan dana untuk tahun anggaran 2012 sebesar Rp132 miliar, namun hanya diperoleh Rp40 miliar dari APBN.

Untuk mensiasatinya, pembangunan PMPP dilakukan melalui swakelola. Dia mencontohkan, pembangunan gedung dilakukan oleh kompi Zeni TNI Angkatan Darat. Selain itu, pembangunan dilakukan dengan kontraktual dengan melakukan lelang tender.

Kawasan IPSC Sentul ini memiliki luas 261,712 hektare. Selain menjadi PMPP, tempat ini menyediakan fasilitas untuk menjadi tempat pasukan gerak cepat (standby force), tempat pelatihan penanggulangan teror, Universitas Pertahanan, pusat pelatihan bahasa, latihan penanggulangan bencana dan latihan olahraga militer.

Indonesia Akan Tingkatkan Peran Sipil di Misi Perdamaian

(Foto: Antara)

(MDN), INDONESIA akan meningkatkan peran masyarakat sipil dalam misi menciptakan perdamaian dunia. Untuk mendukung rencana ini, Fasilitas Pendidikan dan Pelatihan Pusat Misi Pemeliharaan Perdamaian TNI (Fasdiklat PMPP TNI) yang berada di kawasan Indonesia Peace and Security (IPSC) tak hanya menyediakan tempat latihan militer. “IPSC ini juga direncanakan melatih orang-orang sipil yang akan dikirim dalam mediasi,” kata Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di PMPP Sentul, Bogor, Jawa Barat, Selasa (20/3).


Peran masyarakat sipil, tambah Presiden, juga diperlukan dimasa-masa pascakonflik. Presiden menjelaskan, peran masyarakat sipil ini sangat penting dalam menjalankan proses perdamaian. Karenanya, pemerintah Indonesia berusaha menciptakan pusat pengetahuan sipil yang menunjang proses pemeliharaan perdamaian dunia. Termasuk dalam upaya rekonstruksi dan pemberdayaan ekonomi dalam proses perdamaian.


Presiden menambahkan, untuk menjalankan program ini Indonesia tidak bisa melakukannya sendiri. “Kami berharap kerja sama dengan PBB dalam melengkapi pusat misi pemeliharaan perdamaian ini,” kata Presiden. Pembentukan pusat misi pemeliharaan perdamaian ini, kata Presiden, akan bergantung pada dukungan negara-negara di dunia.

Sumber: Jurnas/jurnas

0 Comment:

Post a Comment