March 30, 2012

Libya Akan Mendapat 68 Mirage 2000 Eks-UEA

(MDN), LONDON - Uni Emirat Arab (UEA) dikabarkan telah setuju mentransfer armada pesawat tempur Mirage 2000 miliknya kepada Libya. Sebagai pengganti armada Mirage itu, UEA akan membeli puluhan pesawat tempur Dassault Rafale baru buatan Perancis.
 
Demikian diungkapkan majalah pertahanan Jane's Defence Weekly (JDW) edisi 21 Maret 2012, yang diterima Kompas hari Jumat (30/3/2012) ini. JDW mengutip kabar yang beredar di media Arab, yang mendapat informasi tersebut dari para pejabat tinggi Libya.

Menurut laporan-laporan tersebut, Perancis turut terlibat dalam menjembatani perjanjian antara UEA dan Libya. Perancis berada di garis depan operasi militer udara NATO di Libya tahun lalu, yang menggulingkan rezim Moammar Khadafy.

Dalam kesepakatan itu, Libya disebutkan akan mendapatkan 68 unit pesawat Mirage 2000 eks AU UEA. Tidak disebutkan oleh JDW apakah transfer itu berupa hibah murni atau dalam bentuk perjanjian jual beli pesawat bekas, dan kapan serah terima pesawat akan mulai dilakukan.

Menurut catatan Jane's World Air Forces, UEA membeli sedikitnya 68 pesawat Mirage 2000 dari Perancis sejak 1989. Namun, saat ini hanya sekitar 59 unit yang masih dioperasikan.

Armada Mirage buatan pabrikan Dassault itu telah dimodernisasi, sehingga saat ini Angkatan Udara UEA mengoperasikan 43 unit versi Mirage 2000-9RAD yang berfungsi sebagai pesawat tempur multiperan, dan 16 unit versi Mirage 2000-9DAD yang berfungsi sebagai pesawat latih tempur.

Salah satu surat kabar di Libya mengabarkan, setelah menyerahkan armada Mirage-nya ke Libya, UEA kemudian akan membeli 65 unit pesawat Rafale buatan Dassault mulai 2014 nanti. Surat kabar Perancis La Tribune menambahkan pada Februari lalu, kontrak pembelian Rafale oleh UEA itu akan difinalisasi saat Presiden Perancis Nicolas Sarkozy berkunjung ke UEA bulan depan.

Libya sendiri sudah tak asing dengan pesawat buatan Perancis. Menurut catatan International Institute for Strategic Studies (IISS), angkatan udara negara itu memiliki beberapa skuadron Mirage F-1.

Sumber: Kompas

0 Comment:

Post a Comment