July 10, 2012

Need for Speed PT DI

(MDN), Ibarat gadis cantik yang malu-malu dan lebih sering mengurung diri di rumah, PT Dirgantara Indonesia terus mendapatkan pinangan dari berbagai perusahaan penerbangan manca negara. Pinangan terbesar datang dari Konsorsium industri dirgantara Eropa, EADS (European Aeronautic Defence and Space Company). EADS merupakan penggabungan dari: Arospatiale-Matra (Perancis), Dornier GmbH dan DaimlerChrysler Aerospace AG (DASA) Jerman; serta Construcciones Aeronuticas SA (CASA) Spanyol. Mereka meminang PT DI agar menjadi pemasok komponen skala besar pesawat-pesawat buatan EADS.

China Banjiri Bantuan, Indonesia dalam Konflik Laut China Selatan Harus Netral

Dibalik rencana TNI AD untuk memperkuat Armed, Selain Rudal C-705 untuk TNI AL, China juga menawarkan MLRS WS-I, dengan menawarkan full ToT MLRS ini, dan akan bersaing dengan MLRS Astros buatan Brazil.(Foto: VG).

(MDN), SEBAGAI upaya menandingi pengaruh Amerika Serikat di Indonesia, China membanjiri Indonesia dengan berbagai program bantuan. Menurut Country Manager-Indonesia IHS Jane’s Defense, Risk & Security, Alman Helvas Ali, Indonesia tidak boleh memihak pada salah satu negara tersebut.

Enam Prajurit Kopassus Jadi Penembak Terbaik di China

(MDN), JAKARTA - Prajurit TNI dari Kopassus dengan Special Force China melakukan latihan bersama Sharp Knife ke dua. Dalam latihan tersebut, juga digelar lomba menembak reaksi cepat perorangan yang juaranya diambil dari masing-masing negara.

Presiden RI: Rencana Pembelian Leopard Tidak Perlu Dirisaukan

(MDN), Jakarta - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menyatakan tidak perlu ada yang dirisaukan terkait rencana pemerintah membeli tank Leopard produksi Jerman, karena peruntukkannya memang diperlukan untuk menjaga kedaulatan dan pertahanan nasional.

Wamenhan Menerima Deputi Menteri Industri dan Perdagangan Republik Ceko

(MDN), Jakarta – Wakil Menteri Pertahanan RI, Sjafrie Sjamsoeddin, Senin ( 9/7) menerima kunjungan Deputi Menteri Industri dan Perdagangan Czech Republic, Milan Hovorka di Kantor Kementerian Pertahanan RI, Jakarta.

Ramadhan: Jangan Sok Tahu Bilang Hibah C130 Mahal

C-130H Hercules A97-010 dan A97-12 tanpa mesin diparkir di Richmond sejak 2009. (Foto: Joshua Masterson dan CPL Colin Dadd).

(MDN), Jakarta - Wakil Ketua Komisi I DPR Ramadhan Pohan tak sepakat jika hibah empat buah pesawat Hercules C-130 yang diterima oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dalam kunjungannya di Australia belum mendapat persetujuan DPR. Ia juga meminta beberapa pihak untuk tidak sok tahu mengatakan bahwa hibah pesawat itu mahal.