January 9, 2013

Kala “Boss” Turun Gelanggang, Panglima ACC Taklukan Raptor

(MDN), Turun langsung ke lapangan dan ikut “bermandi keringat” bersama anak buah menempuh risiko, itulah yang dilakukan General Gilmary Michael Hostage III, Panglima Air Combat Command.

Bagi Genderal Gilmary Michcael Hostage III, memberi perintah dan memompa semangat para jajarannya tidaklah cukup. Tak mau tanggung-tanggung, jenderal bintang empat AU AS ini ikut belajar terbang dengan F-22 Raptor, jet tempur yang belakangan ini didera masalah serta gosip tak sedap bertubi-tubi. Rentetan insiden dan kecelakaan (mulai dari yang ringan hingga kecelakaan fatal yang memakan korban jiwa) dengan kehebohan tatkala dua pilotnya dalam suatu acara talkshow televisi terang-terangan mengaku “takut” menerbangkan Raptor. Isu gangguan suplai oksigen saat terbang pada para pilotnya jadi poin utama.


F-22 Raptor
AU AS bukannya tinggal diam lantaran berbagai upaya dan penyelidikan telah dilakukan untuk mencari akar musabab gejala kekurangan oksigen (hipoksia) yang kerap menghantui sebagian pilotnya. Sindrom inilah yang menjadi dasar dibatasinya ketinggian terbang Raptor (cukup jauh di bawah batas maksimum kemampuannya). Awal tahun 2012 lalu AU AS membentuk F-22 Life Support Systems Task Force, satuan tugas khusus untuk membantu mencarikan solusi atas problema yang mendera Raptor ini, khususnya pada masalah suplai oksigen.

Di tengah upaya keras AU AS memulihkan kepercayaan publik menyusul dicabutnya larangan terbang (salah satu yang terlama dalam sejarah pengoperasian jet tempur AU AS) jet tempur berkemampuan siluman (stealth) tersebut, Hostage memutuskan untuk menjajal sendiri sang burung pemangsa andalan AS. Mungkin juga keputusannya ini didasari salah satunya oleh rumor tak sedap yang sempat berhembus, perihal perintah tegasnya bahwa di samping upaya menemukan penyebab gangguan fisiologis pada pilotnya, armada Raptor harus tetap terbang dan menjalani misi seperti biasa.

Fisik prima
Meski usianya tak muda lagi, asalkan kondisi fisik tetap prima kemungkinan untuk menjadi pilot Raptor memang masih terbuka bagi Hostage. Kebetulan persyaratan dasar bagi calon pilot Raptor sudah dimiliki pria yang pernah terjun di Perang Teluk 1991 ini, yaitu pernah memiloti jet tempur AU AS. Jenderal yang akrab dipanggil “Mike” ini memang memilki rating terbang jet tempur F-15 dan F-16, di luar pesawat latih T-6 dan T-38 serta pesawat peringatan dini E-3 AWACS.

Semua prosedur yang dijalani Hostage itu tak beda dengan tahapan kualifikasi pilot Raptor lainnya. Meski Hostage masih kerap secara berkala terbang dengan jet tempur F-15 dan F-16, ia tetap diwajibkan mengikuti semacam refresher course sebelum mengikuti pelatihan dasar pilot Raptor di simulator. Di situlah berbagai skenario terbang dengan sekian banyak parameternya dilatihkan. Sekadar catatan, langkah ini ditempuh lantaran F-22 tidak dibuat varian kursi gandanya (tandem seater), sehingga semua pelatihan dasar praktis mengandalkan simulator.

Tanggal 27 Juni 2012 lalu, di usianya yang lebih dari 57 tahun Hostage dinyatakan lulus tahapan kualifikasi pilot F-22 usai merampungkan terbang perdana dengan salah satu Raptor milik 325th Fighter Wing di Lanud Tyndall, Florida. Usai mendarat kembali dengan selamat, Hostage yang telah membukukan lebih dari 4.000 jam terbang (600 jam di antaranya misi-misi tempur) tersebut mengatakan bahwa kini dengan ikut memiloti F-22, dirinya jadi lebih memahami situasi dan kondisi yang dihadapi para pilot maupun teknisi Raptor. Ia menegaskan bahwa sebagai seorang pemimpin dirinya memang seharusnya bersedia menempuh risiko yang sama dengan para anak buahnya, dengan ikut merasakan sendiri penugasan berisiko itu secara langsung.

Hostage menekankan bahwa ia berencana memakai waktunya terbang berkala dengan Raptor sebagai kesempatan untuk berinteraksi langsung dengan para pilot serta teknisi Raptor secara personal. Di luar itu, siapalah yang tak bangga masih mampu menaklukan pesawat tempur tercanggih AU AS di usia lewat dari setengah abad. “Bravo, General! Hava a safe flight and don’t forget to check your six!”

Sumber: Angkasa

0 Comment:

Post a Comment