March 6, 2013

TB Hasanuddin Tuding SBY Beli Pesawat Jerman Tanpa Izin DPR

Pesawat Latih Grob 120 TP yang akan Dibeli TNI AU
(MDN), Wakil Ketua Komisi I DPR yang juga politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), TB Hasanuddin, mengkritisi kunjungan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ke Jerman. Dia menuding SBY melakukan kontrak pembelian alat utama sistem senjata (alusista) tanpa seizin DPR, sebagai lembaga budgeting.

"Bahwa Pak SBY di Jerman melakukan kontrak pembelian, MoU, pembelian ada 103 MBT (main battle tank), 50 Murder. Itu kelasnya di bawah MBT untuk tank. Dan 18 pesawat latih," kata Hasanuddin di Komplek Parlemen, Senayan Jakarta, Rabu (6/3).

Hasanuddin pertama kali mengetahui informasi tersebut dari media luar negeri. Menurutnya, tidak ada persoalan terkait kontrak pembelian tank jenis MBT dan Murder, sebab anggarannya sudah disetujui Komisi I DPR.

Namun soal kontrak pembelian 18 pesawat latihan, Hasanuddin geram. Menurutnya, pembelian itu tanpa sepengetahuan Komisi I DPR.

"Yang dipermasalahkan adalah pesawat latih, itu kita gak tahu. Harganya berapa juta US, kemudian mengapa beli lagi? Karena kita baru saja memborong satu skuadron pesawat T50 dari Korea Selatan," lanjutnya.

Hasanuddin tampak heran dengan kebijakan SBY. Dia mempertanyakan SBY soal sumber dana pembelian pesawat, karena DPR sebagai lembaga budgeting tidak pernah merasa menganggarkan pembelian alusista itu.

"Nah terus duitnya juga dari mana? Harus jelas dong, perencanaannya seperti apa, lalu pesawat T50 itu mau diapain?" Lanjut Hasanuddin.

Belum diketahui informasi rinci terkait pesawat latihan yang dibeli SBY. Rencananya, Komisi I DPR akan memanggil lembaga eksekutif yang bersangkutan untuk mengklarifikasi.

"Seperti biasa, nanya, walau pun jawabnya gitu-gitu saja. Malas, biarkan saja lah, anggap saja tak ada," ungkapnya.

Sumber: Merdeka

3 comments:

  1. TB(Tolol Banget) Hasanudin ini bego banget ya sesuai namanya ngak bisa membedakan Pesawat Latih Grob 120 TP yg gunanya untuk latih dasar dengan pesawat T50 yg digunakan latih Tempur/serang ringan, dasar bisanya bacot doang paslah dengan partai tempat dia bernaung

    ReplyDelete
  2. mau jadi anggota komisi 1 , harus mengerti sedikitlah tentang dunia militer, grob 120 TP dengan T50 itu beda kelas pak. ane gak habis pikir,kok bisa anggota komisi satu punya stetment seperti anak baru lulus sekolah... apa kata dunia...!!!

    ReplyDelete
  3. namany juga komisi 1 DPR... Klo g'dpt jatah komisi psti gt dech..!

    ReplyDelete