April 27, 2013

Latgab TNI 2013: TNI AL, AD, AU Kerahkan Peralatan Tempur

(MDN),  KEPALA Staf TNI Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Dr. Marsetio meninjau gelar pasukan guna kesiapan unsur-unsur TNI Angkatan Laut dalam Latihan Gabungan (Latgab) TNI Tahun 2013, di dermaga Komando Armada RI Kawasan Timur, Ujung, Surabaya, Jumat (26/4).
Dalam kegiatan tersebut, KSAL didampingi oleh Panglima Komando Armada RI Kawasan Timur (Pangarmatim) Laksamana Muda TNI Agung Pramono, Komandan Korps Marinir Mayjen TNI Marinir A. Faridz Washington, Komandan Pasmar 1 Surabaya, Brigjen TNI Marinir Siswoyo Hari S serta pejabat teras Mabes TNI Angkatan Laut dan Pangkotama TNI Angkatan Laut.

KSAL melakukan inspeksi pasukan dan peralatan tempur yang dikerahkan dalam latihan perang berskala besar ini. Latgab TNI Tahun 2013 yang berlangsung sejak tanggal 15 April sampai 29 Mei 2013, diikuti tiga matra yakni TNI Angkatan Laut, TNI Angkatan Darat dan TNI Angkatan Udara.

Dalam Latgab ini, TNI Angkatan Laut mengerahkan 36 kapal perang (KRI) berbagai jenis mulai dari kapal jenis Perusak Kawal Rudal (PKR), Kapal Cepat Rudal (KCR), kapal selam (SS), Kapal Cepat Torpedo (KCT), Kapal Buru Ranjau (BR) dan Penyapu Ranjau (PR), Landing Ship Tank (LST) dan Landing Platfrom Dock (LPD), Kapal Patroli, dan Kapal Bantu.

Sedangkan Korps Marinir TNI AL mengerahkan 59 tank amfibi yaitu 17 BMP-3F (Boyevaya Mashina Pyekhota), 33 BTR-50 (Browne Transporter), 7 LVT-7A1 (Landing Vehicle Track), serta 2 BVP-2 (Bojove Vozidlo Pechoty), 2 unit Roket Multi Laras RM-70/Grad, 16 perahu karet, 4 unit meriam Howitzer 105 mm, dan lebih dari dua ribu prajurit Marinir yang kesemuanya diangkut dengan kapal perang LST dan LPD. Sementara Puspenerbal mengerahkan 3 Cassa sebagai Patroli Maritim dan 5 helikopter untuk kegiatan Air Surveillance.

Selain peralatan tempur TNI Angkatan Laut, di pihak TNI Angkatan Darat mengerahkan 14 tank Scorpio, 5 tank Stormer Apc, 2 tank Stormer Co, 13 tank Amx, 21 meriam, 12 helikopter Mi-17, 12 helikopter Bell, dan 3 Bolcow. Sedangkan TNI Angkatan Udara melibatkan 5 pesawat Sukhoi SU 27/30, 5 pesawat Hawk SPO, 5 F-16, 5 Hawk PBR, 11 pesawat C-130, 2 pesawat B-737 intai, 2 pesawat Cassa CN-212. 2 CN-235, 1 CN-235 MPA, 6 helikopter.

Berdasarkan siaran pers Dispenal yang diterima Jurnal Nasional, pada hari Kamis, 2 Mei 2013, sejumlah kapal perang yang terlibat Latgab tersebut akan bertolak dari Surabaya menuju perairan Situbondo, Jawa Timur.

Selama pelayaran lintas laut akan melaksanakan manuver berbagai macam formasi tempur laut untuk menghadapi serangan bahaya kapal permukaan dan bawah permukaan serta anti serangan udara. Gerakan manuver tersebut bertujuan melindungi dan menyerang lawan hingga berhasil mendaratkan pasukan Korps Marinir guna menguasai tumpuan pantai.

Kemudian, sejumlah kapal perang akan melaksanakan penembakan peluru kendali, seperti KRI Abdul Halim Perdana Kusuma-355 menembakkan Rudal C-802, KRI Sultan Iskandar Muda-367 menembakkan Rudal Exocet MM-40, dan KRI Cakra-401 (kapal selam) menembakkan torpedo SUT (Surface and Underwater Target) dengan sasaran permukaan adalah eks KRI Teluk Semangka-512 di perairan laut Jawa.

Selanjutnya, hari Jumat 3 Mei 2013, pukul 05.00 WIB, Latihan Umum (Latum) berupa Operasi Amfibi di Pantai Banongan, Situbondo yang diawali dengan taklimat, kemudian Bantuan Tembakan Kapal, setelah itu meluncurlah gelombang pendaratan dari kapal LST dan LPD, seperti LVT-7A1 yang merupakan serbuan gelombang pertama, kemudian diikuti gelombang kedua BMP-3F, gelombang ketiga BTR-50, gelombang keempat KAPA-61 yang mengangkut Howitzer 105 mm, dan LCU yang membawa RM 70 Grad.

Setelah semua material dan kendaraan tempur mendarat, dilanjutkan dengan penembakan berbagai persenjataan Korps Marinir seperti Howitzer 105 mm, dan RM-70 Grad. Selanjutnya, di titik tinjau T-12 dapat disaksikan manuver pasukan Infantri Korps Marinir bergerak maju bersama tank BMP-3F, BTR-50, LVT-7A1, dan BVP-2 sambil melancarkan serangan tembakan.

Menurut Laksamana TNI Marsetio, latihan ini merupakan salah satu aktualisasi kesiapan TNI AL dalam melaksanakan operasi amfibi, operasi laut gabungan, dan operasi pendaratan administrasi di perairan yurisdiksi nasional untuk menjaga kewibawaan dan mempertahankan kedaulatan NKRI.

“Konstelasi geografis Indonesia merupakan Negara Kepulauan (Archipelagic State) terbesar di dunia, memiliki wilayah laut yang luas dan berbatasan langsung dengan wilayah perairan negara tetangga, apabila kita tidak mengelola dan memanfaatkannya dengan baik maka akan berpeluang munculnya konflik. Permasalahan perbatasan yang sampai saat ini masih mencuat di permukaan, menjadikan pelajaran bagi kita untuk selalu waspada dan siap untuk mempertahankan serta menjaga setiap jengkal wilayah kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” tegasnya.

Latgab TNI tahun 2013 yang melibatkan 16.745 prajurit TNI ini bertujuan untuk meningkatkan profesionalisme prajurit TNI dalam melaksanakan operasi militer gabungan, juga untuk meningkatkan serta menguji kemampuan prajurit dan satuan TNI dalam merencanakan, melaksanakan, serta mengendalikan mekanisme operasi gabungan secara tepat guna.

Aspek yang diuji selain strategis, operasional, teknis, dan prosedur, Latgab TNI sebagai media untuk mengukur dan menguji latihan satuan dan interoperabilitas Komando Gabungan TNI dengan tujuan untuk mencegah, menangkal, dan menghadapi setiap ancaman yang timbul di seluruh wilayah NKRI. 

Sumber: Jurnas

0 Comment:

Post a Comment